Inquirer Student

Tadi sewaktu jemput Izqa, gw kaget ngeliat dia membawa selembar kertas yang sudah dilaminating. Pas gw liat, isinya begini:

PROFILE CERTIFICATE

WE ARE PROUD TO AWARD

AERIZQA AISYAH RAKHMADANI

As a Inquirer Student

Jakarta, second week of March 2008

CLASS TEACHERS

I am so proud of her tapi lucunya waktu gw tanya kenapa dia dapat kertas tersebut dia bilang ngga tau. Trus gw tanya sama teman gw, salah satu orang tua murid yang udah lama disana (anaknya ada yang di TK-B), menurut dia itu berarti Izqa sudah mulai aktif di kelas, banyak bertanya tentang segala sesuatu. Setiap murid yang ada progress pasti akan diberi certificate ini.

Waaahh tambah bangga deh gw sama dia. She is my inquirer daughter D .

My Inquirer Daughter

Aksi Damai

Menyikapi keresahan masyarakat terhadap berita susu formula yang terkontaminasi oleh bakteri Sakazakii, gw dan teman-teman di AIMI merasa harus berbuat sesuatu. Kita tidak mau menyudutkan susu formula mana pun, apa lagi para ibu yang memberikan formula kepada bayi dan anak-anak mereka. Kita cuma ingin mengimbau bahwa ada kok makanan bayi yang gratis dan bebas dari kontaminasi manapun, yaitu ASI dan MPASI homemade.

Akhirnya atas saran dan semangat si Teteh alias Tasya, kita putuskan untuk mengadakan aksi damai dengan tema kembali ke ASI. Kita ngga mau aksi damai ini keburu ‘garing’ jadi persiapannya bisa dibilang kilat. Meeting pertama diadakan tgl. 1 Maret kemaren dan akhirnya diputuskan kalo aksi damai akan digelar pada hari Minggu pagi tgl. 9 Maret dari jam 8-10.

Serem juga ngeliat jadwal yang mepet, cuma 1 minggu untuk mempersiapkan semuanya. Hari Senin, si Teteh sebagai ketua divisi Advokasi langsung mengurus perijinan di Polda yang ternyata tidak diperlukan ijin, hanya pemberitahuan. Menurut si Teteh, pak polisinya baik dalam artian tidak mempersulit segala urusan. Hanya saja beliau bilang jangan sampai ada lagi pembuangan susu formula seperti yang terjadi wiken sebelumnya. Duuhhh ngga banget deehh, walaupun kita pro ASI tapi ngga akan lah kita ngebuang-buang susu seperti itu. Gila aja kaliii… ngeluarin duit tapi hanya untuk dibuang.

Setelah itu, kita juga mengirimkan undangan ke NGO yang pro ASI untuk ikut mendukung aksi damai ini. Alhamdulillah, beberapa NGO bersedia untuk ikut seperti Selasi, Perkumpulan Perinatologi Indonesia, Yayasan Visi Anak Bangsa dan Yayasan Kakak. Member milis AFB pun ditawari untuk ikutan aksi damai dan sampai pada hari H ada lebih kurang 36 member yang mendaftar (termasuk anak-anak dan pasangan).

Agar acara ini berjalan tertib dan nama baik AIMI tetap terjaga, maka kita juga membuat beberapa peraturan yang harus ditaati oleh para peserta aksi damai nantinya. Seperti; anak merupakan tanggung jawab dari masing-masing orang tua, dilarang memperlihatkan botol susu, jika ada anak yang masih menyusui diharapkan orang tua membawa apron untuk keperluan menyusui nantinya dan yang terpenting harus bersikap sopan, menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban bersama serta menjaga nama baik AIMI dan milis AFB.

Aksi damai pasti diperlukan spanduk-spanduk dan poster untuk menarik perhatian orang-orang. Nah, kita baru membuat ini semua pada hari Sabtunya tgl. 8 Maret di markas besar, Paun. Kita udah ngumpul dari jam 10 dan mulai berkreasi.

Keroyokan bikin poster dan menyiapkan brosur untuk aksi damai

Gw kagum banget deh sama ibu-ibu ini yang sangat kreatif, terutama Clodi, Fia dan Irarosa. Kalo Clodi tulisannya bisa dibikin bewarna-warni tapi tetap terlihat cantik sedangkan Irarosa hasil kerjanya sangat feminim dengan hiasan lucu-lucu. Belum lagi Fia yang bagus banget kalo menulis langsung di karton gede. Tulisannya rapi jali dengan lekukan-lekukan imut. Kebayang aja kalo gw yang nulis udah pasti hancur karena hurufnya ngga akan sama besar dan ada naik turun bukitnya, alias ngga rata. Jadi berhubung gw orangnya sangat tidak kreatif dan tidak bisa menulis cantik, gw menempatkan diri dibagian menggunting dan menempel D .

Ternyata kerja beginian ngga bisa sebentar, mulai dari jam 10 sampai jam 3 lewat gw dijemput Arief masih juga belum kelar. Akhirnya dengan berat hati gw pamit duluan, abis Izqa juga udah rewel karena ngantuk. Padahal kalo nurutin kemauan sih pengan banget tetap tinggal disana ngebantuin teman-teman bikin ‘prakarya’.

Hari Minggu pagi, gw udah berangkat dari jam 7 menuju bundaran HI diantar Arief. Kali ini anak-anak gw tinggal karena kalo Dashqa udah pasti gw ngga akan kuat kalo tanpa mbaknya, sedangkan Izqa masih tidur karena malamnya tidur jam 12. Dari pada dia rewel disana mending ditinggal aja sampai dia puas tidur.

Nyampe di HI udah setengah 8 lewat, gw jalan sendiri ke tangga tempat janjian karena Arief ngga ikutan aksi damai ini. Bukannya ngga mau tapi takut ada konflik dengan kantornya yang mempunyai klien produsen susu formula. Walau dia sendiri dari bagian IT tapi tetap dia akan dilihat dari satu perusahaan. Jadi dari pada jadi setelah-demo.jpgmasalah mending tugas dia kali ini cukup jadi supir aja, jabatan pengawal istri terpaksa dicopot dulu.

Aksi dimulai jam 8.10 dengan berjalan menuju bundaran HI. Sesampai disana dr. Utami Roesli mulai berorasi mengenai manfaat dan kebaikan dari ASI, dilanjutkan juga orasi dari beberapa artis seperti Ramzi, Sofie Navita dan Moza Pramitha. Tidak ketinggalan juga sharing dari beberapa ibu menyusui member milis AFB.

Sayangnya selagi sesi orasi dan sharing ini, gw mulai merasa pusing dan akhirnya duduk dipinggir air mancur sambil mendengarkan orasi dan yel-yel dari teman-teman lainnya. Ternyata ngga lama setelah itu Fia, yang juga lagi hamil 5 minggu, ikut bergabung sama gw. Hahaha…ternyata para bumil ngga kuat berdiri lama-lama.

Jadi kita berdua ngga ikutan mengelilingi bundaran HI sambil berorasi dan membagikan flyer. Yang ada malah ngobrol-ngobrol tentang kehamilan, DSOG dan RS yang sayang bayi. Obrolannya tetap ngga jauh dari situ-situ juga.. lah namanya juga ibu-ibu AIMI. Cuma kalo kita merhatiin rombongan yang mengelilingi bundaran sepertinya seru banget, ada nyanyi-nyanyi, bagi-bagi flyer, belum lagi banyaknya media yang meliput. Gw perhatiin ada TransTV, Trans7, RCTI, Indosiar dan SCTV. Ngga heran juga sih, abis artis yang ikut lumayan banyak; selain Ramzi + istri + anak, Sofie Navita dan Moza, juga ada Cut Tari, Nola AB3 dan Ami Gumelar.

Acara yang rencananya berlangsung selama 2 jam ternyata selesai dalam 1 jam. Kita balik ketempat pertama ngumpul untuk mengambil snack dan minum. Gw yang sebelumnya udah ‘ngerampok’ setengah botol minumnya Fia, masih bisa menghabiskan 3 aqua gelas. Ternyata gw dehidrasi banget makanya sampe pusing. Untuk Panitia Aksi Damaisnacknya gw cuma ngambil kue sus, lemper dan bihun. Tapi tetap aja masih pusing, akhirnya sebelum pulang mampir dulu makan ketoprak Ciragil. Hhmmm enaakk.. lega banget rasanya.

Yang pasti sih gw senang karena aksi damai ini berjalan lancar, walau menurut gw ada sedikit ‘kekurangan’ dimana ada satu ibu dari suatu NGO yang berulang kali mengatakan ‘Say no to formula… say yes to ASI…’ Bukannya apa-apa, menurut gw aksi damai AIMI ini adalah untuk menarik masyarakat kembali ke ASI tapi tidak dengan cara frontral yang melarang pemakaian formula. Setiap orang punya alasan sendiri untuk memberikan formula, AIMI sebagai organisasi hanya bisa menghimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan pemberitaan bakteri di dalam susu formula karena bayi sampai usia 2 tahun bisa diberikan ASI, yang sudah pasti tidak terkontaminasi dengan bakteri mana pun. Pilihan tetap ada pada masing-masing orang tua.