HUT AIMI Pertama

Duuh ceritanya udah rada basi tapi ngga apa-apa deh dari pada ngga ada sama sekali.

Jadi tepat pada tgl. 21 April kemaren, AIMI genap berumur 1 tahun. Nah, dalam rangka menyambut ulang tahun perdana ini AIMI mengadakan kopdar bagi para membernya dan member milis AFB pada hari Sabtu, tgl. 26 April 2008. Kopdar kali ini diadakan dengan mengadakan talk show mengenai MPASI, dengan tema “Setelah ASI Eksklusif 6 bulan, apa lagi?” Sebagai nara sumber, AIMI mengundang dr. Tan Shot Yen, seorang pemerhati gizi. Acara ini diadakan di Bondies, Kemang dengan pertimbangan ada tempat main untuk anak-anak.

Meeting Terakhir Sebelum Hari H2 hari sebelum acara, para panitia mengadakan meeting terakhir di lokasi. Pokoknya sore itu kita bahas lagi satu per satu susunan acara. Untung jalanan ngga begitu macet, jadi para panitia yang pulang ngantor ngga terlalu telat nyampe di Kemang.

Walaupun namanya meeting, tapi kalo udah urusan perut emang ngga ada yang bisa ngalahin ibuk-ibuk. Makan jalan teruuuusss… Mau dikata ada yang diet karena udah makan sebelum datang tapi tetap aja mesan dessert yang notabene lemaknya lebih dari makanan utama P

Kalo gw biarpun lagi hamil tapi tetap sopan kok, cuma makan Tom Yam noodle soup doang tanpa nambah cemilan. Ehhh ada deh, ngambilin kentang gorengnya Irawati hehehe…

Hasil miting malam itu cukup memuaskan karena semuanya udah beres, tinggal datang di hari H jam 7 pagi karena acara dimulai jam 9.

Hari H, gw diantarin Arief ke Bondies jam 7 dan nyampe disana udah ada beberapa orang salah satunya Clodi yang bertugas sebagai seksi peralatan. Clodi sedang sibuk mengatur meja untuk para sponsor dibantu oleh Euis, Dewi dan Irarosa.

Gw ngga berlama-lama di bawah karena harus ngeset peralatan presentasi seperti laptop dan proyektor, sekalian ngetest slide show foto-foto AIMI setahun belakangan ini yang udah gw compile. Sementara gw berkutik dengan laptop dan teman-temannya, Tasya, mbak Yeye dan Nia sibuk mengatur pemasangan back-drop yang ternyata kegedean. Akhirnya setelah coba sana sini, diputuskan untuk memasang backdrop dipinggir sehingga kursi nara sumber pun harus dipindah. Walaupun agak melenceng dari keinginan kita tapi semuanya bisa selesai pada waktunya.

Penjaga Meja RegistrasiNgga terasa udah hampir jam 9 tapi kok masih pada sepi. Ternyata emang orang kita ngga ada yang bisa on-time ) . Para penjaga meja registrasi, Wenta dan Menik udah siap untuk menerima para anggota. Berhubung mereka masih nganggur, sempat juga gw ngambil foto mereka.

Sebelumnya setiap peserta yang datang disuguhi dengan cemilan ringan pagi hari seperti kentang goreng dan teh panas agar mereka ngga kelaparan menjelang makan siang nanti. Akhirnya, acara dimulai jam 9.30, memang belum terlalu ramai sih tapi kita ngga mungkin memundurkan acara lebih Makan pagijauh lagi karena reservasi tempat hanya sampai jam 1 siang. Takutnya nanti waktu terlalu mepet sehingga acara tanya jawab akan kepotong.

Materi yang disampaikan oleh dr. Tan sangat menarik bahkan bisa dibilang banyak informasi baru yang didapat dari presentasi beliau. Walaupun bisa dikatakan hampir semua peserta dan panitia dibuat terkaget-kaget dengan statement beliau.

Beberapa diantaranya adalah:
1. MPASI pertama yang dikenalkan pada bayi adalah buah dan sayuran, bukan tepung beras. Beliau menyarankan buah pertama adalah alpukat. Wah mendengar ini aja, semua peserta kepalanya udah meleng sana meleng sini, panitia juga ngga ada bedanya. Soalnya selama ini kan sudah sering didengar, malah dari AIMI sendiri selalu menyarankan memperkenalkan tepung beras pertama kali. Gw langsung duduk tegak, mencoba mendengar penjelasan beliau mengenai ini.

Menurut beliau pengenalan pada buah lebih karena di dalam buah terdapat karbohidrat yang jauh lebih baik untuk tubuh dari pada yang terdapat dari tepung beras. Jenis karbohidrat ini mengalami proses yang lambat saat akan diubah menjadi gula (buah mengandung 70% frukrosa dan sayur mengandung 30% frukrosa) karena ikatan kimiawinya yang panjang dan kuat, sehingga tidak mudah rapuh. Sementara karbohidrat yang berasal dari beras/pati/roti merupakan jenis karbohidrat yang buruk karena ikatan kimiawinya yang ringkih yang mengakibatkan jenis karbohidrat ini sangat cepat berubah menjadi gula (glukosa, dimana kandungannya 100% glukosa).

Selain itu buah dan sayuran mengandung serat yang dapat membantu pencernaan anak, juga mengandung antioksidan yang tinggi yang dapat mencegah kanker dan tidak ketinggalan buah dan sayuran bersifat alkalis yang berfungsi menghalangi tumbuhnya jamur dan bakteri.

2. dr. Tan mengatakan bahwa anak yang berusia di atas 3 tahun sudah tidak membutuhkan susu lagi, termasuk UHT, pesturisasi mau pun susu kedelai. Menurut beliau, jika kita mau minum susu karena untuk kebutuhan kalsium sebenarnya itu sudah bisa didapat dari sayur-sayuran seperti brokoli yang tinggi akan kalsiumnya.

Beliau mengatakan jika susu sapi memiliki kandungan Casein yang sangat tinggi (300x lebih banyak dari kandungan Casein dalam ASI). Casein ini bermanfaat untuk menumbuhkan tulang. Kenapa pada susu sapi sangat tinggi, ya karena dibutuhkan untuk menumbuhkan tulang-tulang yang besar (tulang sapi), jumlah itu terlalu besar untuk kebutuhan pertumbuhan tulang-tulang manusia.

Selain itu menurut dr. Tan manusia membutuhkan jenis enzim Renin dan Laktase untuk mengolah laktosa (produk susu, termasuk turunannya) yang dimana enzim ini akan hilang dari tubuh kita setelah kita berusia 3 tahun. Hal ini lah yang menjadi dasar pernyataan dokter Tan bahwa manusia setelah berusia diatas 3 tahun tidak lagi membutuhkan susu dan produk turunan susu.

Lalu tentang susu soya (susu berbahan dasar kacang kedelai). Produk ini juga ternyata tidak lebih baik dari susu sapi. Susu soya mengandung mengandung PHYTOESTROGEN yang tinggi sehingga dapat menyebabkan peningkatan hormon estrogen yang pada laki-laki dapat mengakibatkan tumbuhnya payudara serta infertilitas jika dalam kuantitas yang berlebihan, dan pada wanita dapat menyebabkan kanker serviks. Sebenarnya juga tidak perlu meminum susu kedelai, meskipun dibikin sendiri, karena dampak buruknya lebih banyak daripada manfaatnya. dr. Tan mengatakan jika memang ingin mengkonsumsi kacang kedelai, yah dibikin tempe aja.

Gimana, cukup frontal kan…?? Gw salah satu yang terkaget-kaget dengan pernyataan beliau karena gw adalah pecinta susu sejak kecil. Jadi rasanya berat jika harus meninggalkan kebiasaan minum susu ini dan langsung diganti dengan sayur-sayuran, belum siap euy… )

Nah, dr. Tan juga mengatakan kalau yang beliau paparkan ini adalah kondisi ideal dari hasil riset ilmiah terkini. Jadi gw dan teman-teman AIMI lainnya menarik kesimpulan, jika kita memang belum bisa mengikuti ‘kondisi ideal’ ini ya ngga apa-apa. Jalani saja dulu kebiasaan kita sekarang, dan mungkin jika mau mulailah perbanyak makan sayuran dan mulai mengurangi konsumsi susu.

Tapi jika kita para orang tua ingin agar anak kita mengikuti kondisi ideal ini maka kita sendiri sebagai orang tua mereka pun harus menerapkan hal yang sama pada diri kita. Karena tidak akan ada hasilnya jika kita paksa anak makan sayur-sayuran dan tidak minum susu sedangkan kita makan sayur jarang dan tiap pagi rajin minum susu. Anak-anak adalah ‘copy cat’ dari orang tuanya. Apa yang dilakukan oleh orang tua pasti akan mereka tiru.

Oya, mengenai MPASI juga jangan jadi panik. Jika tetap ingin mengenalkan tepung beras terlebih dahulu ngga masalah kok. Sekali lagi, paparan dari dr. Tan tersebut adalah kondisi ideal, jika kita di rumah masih makan nasi ya susah dong ngga ngenalin tepung beras ke anak.

Lagian kenapa banyak yang menyarankan pemberian tepung beras pertama kali (termasuk AIMI)..?

  • Tepung beras adalah jenis makanan pemicu alergi paling rendah, berbeda dengan buah-buahan atau sayuran yang sangat memungkinkan untuk memicu alergi pada beberapa bayi.
  • Tepung beras, berdasarkan piramida makanan yang ditetapkan oleh WHO dan FDA, ditempatkan bersama jenis beras/roti/pati sebagai sumber karbohidrat utama serta sebagai makanan utama buat kita.
  • Tepung beras memberikan rasa tawar sehingga saat dicampur dengan ASI, dapat membantu bayi beradaptasi dengan perubahan rasa dari rasa ASI ke rasa makanan pendamping selain ASI. Karena bubur dari bahan tepung beras akan dicampur dengan ASI sehingga menjadi bubur ASI sebagai makanan perkenalan kepada bayi.
  • Tepung beras atau jenis tepung-tepungan yang lain memiliki komposisi yang mudah dicerna karena teksturnya yang sangat mirip dengan tekstur ASI saat telah menjadi bubur susu (bubur ASI).

Panitia HUT AIMI PertamaSeru yaaa… gw sih ngambil kesimpulan bahwa paparan dari dr. Tan ini adalah ilmu baru yang patut dipelajari lagi. Jadi ngga perlu panik dengan penjelasan beliau, kita ambil aja yang bagusnya dan berusaha mengikutinya, kalo ngga bisa ya udah. Paling kurang sekarang kita sudah tau apa yang baik dan apa yang jelek. Keputusan kembali pada diri kita sendiri.

Btw, ini adalah satu dari beberapa acara yang akan diadakan oleh AIMI dalam rangka menyambut World Breastfeeding Week bulan Agustus nanti. Jadi Insya Allah, dalam waktu dekat, AIMI akan mengadakan acara lagi yang pastinya menarik. Tunggu aja beritanyaa…. )

Oya, penjelasan dari dr. Tan diatas gw ambil dari sebagian rangkuman presentasi dr. Tan yang dirangkum oleh Clodi dan sudah dipublikasikan di milis AFB.

9 comments so far

  1. de May 9, 2008 11:16 am

    wah hasil riset terbaru ya tnyata.

    tp fay itu sensistif banget dan gampang alergi. kalo gw sih milih tepung beras fi. toh makanan utama dirumah juga emang maish beras.

    fay skrg lagi kena alergi serbuk bunga fi. kasian merah2 dan gatal2 di sluruh tubuhnya. udah 2x ke dokter nih gw. katanya sih emang sebulan baru ilang *sigh*

  2. Dian May 9, 2008 3:31 pm

    hhmm..baru denger nih ttg manusia ga perlu minum susu. Perasaan dulu digembar gemborkan kalo susu itu perlu, apalagi untuk perempuan yang rentan osteoporosis.
    Kalo dokter anak gw sih masih menganjurkan minum susu, tapi jangan banyak2, maksimal 1/2 liter per hari.
    Oh ya, kalo gue dulu disarankan mengenalkan sayuran dulu, baru buah baru bubur beras. Soalnya sayuran rasanya paling ga enak. Kalo dikasih buah yang rasanya udah manis duluan, anak suka ga mau nyoba sayuran yang rasanya lebih ga enak dari buah.

  3. erfi May 9, 2008 9:51 pm

    @de: Gw juga gitu De, di rumah semua masih makan nasi jadi impossible juga kalo harus langsung ganti total. Hanya aja sekarang gw lebih memperbanyak pengenalan sayuran ke anak-anak. Alhamdulillah, Dashqa senang makan sayur, cuma Izqa nih yg susah. Jadi harus diselip-selipin di dalam nasinya.

    Wah kasian juga Fayra… gw ngga tau kalo disini ada alergi serbuk bunga, biasanya kan dialami di negara 4 musim yg biasanya di waktu Spring. Mudah-mudahan cepat sembuh deh alerginya.

  4. erfi May 9, 2008 9:54 pm

    @Dian: Itu dia Di, menurut si dr. Tan itu kita dah salah kaprah dari dulu dengan semboyan 4 sehat 5 sempurna. Karena semua vitamin dan kalsium bisa didapat dari sayuran dan buah-buahan. Tapi ya itu, gw pribadi sih susah ngilangin kebiasaan minum susu, soalnya udah doyan banget P

  5. santi d May 9, 2008 11:08 pm

    Thanks Fi untuk infonya. Gizi2an anak banyak haluannya ya hehehe. Kalau anak2 gw dikenalinnya selalu dgn ubi dan alpukat pas umur 6 bulan. Pas 7 bulan baru dikasih rice cereal *itu tepung beras ya?*. Itu gw ngikut buku Super Baby Food. Tapi ada juga yg ngasih sayur2 dan kayak kacang polong, terus tepung beras, baru alpukat.

    Oh masa ya ngga perlu susu lagi untuk 3 tahun ke atas? Baru denger gw. Biasanya dianjurin untuk stop formula pas umur setahun dan ganti dgn susu sapi or soya *kalau anak alergi* dan untuk mengurangi susu setelah umur 2 tahun, tapi ngga dihilangkan sama sekali gitu. Penjelasan si dokter Tan masuk akal ya … tapi euh udah dari nenek moyang ngertinya susu penting supaya tinggi hihih jadinya serem untuk ngilangin susu total.

    eh iya bener loh anak2 copy cat dari ortunya. Anak2 gw seneng makan sayur2 mentah kayak timun, tomat, wortel krn ngeliat bapaknya selalu makan itu. Gw yg tadinya ngga doyan sekarang ikut2an gitu.

    Lah ini gw komentar ngga sopan bener yak panjaaaang hahahah maklum semangat nih kalau soal makanan anak hihihi

  6. santi d May 9, 2008 11:10 pm

    Ketinggalan yg ini: Selamat ya Fi acaranya sukses! Semoga AIMI tetap jaya!!

  7. Fi…waduh gw member yg caur banget nih…btw gw juga blm sempet daftar jadi member AIMI aja gitu….trus udah ga ngebantuin loe lagi…waaak…ribet di kantor…aga susah bagi waktu neh gw…
    boleh gw kutip materi dari dr. Tan ya…..buat di blog gw….
    Kangen juga ama kalian….Salam semua ya….

  8. sukma June 21, 2008 4:37 pm

    tau g komposisi tepung dan stuktur kimianya?

  9. erfi June 24, 2008 10:32 am

    @sukma: wah maaf mbak, aku ngga tau…

Leave a comment

Please be polite and on topic. Your e-mail will never be published.